
Tangerang, 3 Februari 2026. M. Irfan Syaifuddin dan Pratiwi Rahmah Hakim, dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, menghadiri undangan sebagai penerima hibah penelitian Going Global Partnerships (GGP) TNE Exploratory Grant: Projects Kick-off and Reflections yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia pada hari Selasa, 3 Februari 2026 di Universitas Prasetya Mulya, BSD, Tangerang. Acara ini menjadi platform strategis untuk menyambut kohort baru penerima hibah, berbagi pembelajaran, serta memperkuat inisiatif Pendidikan Lintas Negara (Transnational Education/TNE) antara Inggris dan Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh para penerima hibah baru GGP TNE Exploratory Grant 2025, para grantee dari kohort sebelumnya, serta peserta terpilih dari program Deep Dialogue dan International Learning Cohort (ILC) British Council. Turut hadir perwakilan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Belmawa Kemdiktisaintek dan Country Director British Council Indonesia, dilanjutkan dengan pemaparan tujuan serta hasil yang diharapkan. Agenda utama terbagi dalam tiga sesi kunci.
Pertama, “New Grantee Project Showcase”, di mana para penerima hibah baru mempresentasikan rencana capaian, aktivitas, dan timeline proyek mereka. Presentasi singkat ini memberikan gambaran awal mengenai ragam inovasi dan kolaborasi yang akan dikembangkan.
Kedua, sesi “Reflection and Learning from Practice” menjadi momen berharga untuk belajar dari pengalaman. Para penerima hibah periode sebelumnya berbagi refleksi mengenai dampak, tantangan, dan pembelajaran dari implementasi proyek mereka. Selain itu, alumni program Deep Dialogue dan ILC berbagi wawasan praktis yang dapat mendukung kolaborasi TNE dengan institusi di Inggris.
Ketiga, “Orientation to GGP TNE Exploratory Grant” memberikan panduan komprehensif kepada para grantee baru mengenai manajemen hibah, manajemen risiko, prosedur pelaporan kemajuan dan akhir, serta persyaratan komunikasi dan branding.

Acara yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.40 WIB ini diharapkan dapat mencapai beberapa hasil penting. Peserta diharapkan memiliki pemahaman yang jelas tentang tata kelola hibah, menjalin jejaring dengan sesama grantee dan peserta program, mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman sebelumnya, serta memperkuat kolaborasi untuk keberhasilan proyek-proyek TNE Inggris-Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian East Asia Education Week 2026. Para peserta juga diharapkan hadir dalam Welcome Dinner (3 Februari) dan ThinkTNE Forum (4 Februari) yang menjadi platform utama dialog kebijakan dan praktik TNE di kawasan Asia Timur.
“Melalui acara ini, kami ingin menciptakan ruang sinergi antara generasi penerima hibah, memfasilitasi pembelajaran dari praktik terbaik, dan pada akhirnya mendorong terwujudnya kolaborasi TNE yang berkelanjutan dan bermakna antara Indonesia dan Inggris,” ujar Muhaimin Syamsuddin, Head of Education British Council Indonesia.
Tentang Going Global Partnerships (GGP):
GGP adalah program British Council yang dirancang untuk mendukung kemitraan strategis dan peningkatan mutu di sektor pendidikan tinggi secara global, termasuk melalui pendanaan eksplorasi untuk inisiatif TNE.
Dosen PAI UIN Raden Mas Said Terima Hibah dan Ikuti Kick-Off Proyek TNE British Council
14 jam yang lalu - Umum